Programming Fundamental 6
2.4 Membangun Formulir Interaktif di HTML
Tag <form> berfungsi untuk membuat formulir input data pada halaman web. Form ini digunakan untuk mengirimkan data dari pengguna ke server, misalnya pada saat pengisian formulir kontak, login, atau registrasi.
2.4.1. Struktur Form Dasar
Struktur form dasar pada HTML terdiri dari:
- Tag <form> sebagai wadah utama semua elemen input.
- Atribut action → Menentukan tujuan ke mana data akan dikirim (contoh: /submit).
- Atribut method → Menentukan cara pengiriman data:
- get → Data dikirim melalui URL (umumnya untuk fungsi pencarian).
- post → Data dikirim melalui body (body) (lebih aman untuk data sensitif).
- Berikut contoh penulisan codenya:
<form action="/submit" method="post">
<div>
<label for="nama">Nama:</label>
<input type="text" id="nama" name="nama" required />
</div>
<div>
<label for="email">Email:</label>
<input type="email" id="email" name="email" required />
</div>
<div>
<label for="pesan">Pesan:</label>
<textarea id="pesan" name="pesan" rows="4" cols="50"></textarea>
</div>
<button type="submit">Kirim</button>
</form>
Penjelasan Bagian-bagian Form
Elemen-elemen yang digunakan dalam struktur form dasar adalah:
- <div>: Digunakan untuk mengelompokkan setiap bagian form agar terstruktur dan mudah diatur.
- <label>: Memberi teks keterangan di samping elemen input. Atribut for berfungsi untuk menghubungkan label dengan atribut id dari input terkait.
- <input>: Kolom untuk mengetik data satu baris (misalnya nama, email).
- <textarea>: Area untuk teks panjang atau multi-baris (misal: pesan atau komentar).
- <button type="submit">: Tombol untuk mengirim data form ke alamat yang ditentukan pada atribut action.
Catatan Penting
Tambahkan atribut required untuk memastikan kolom input wajib diisi sebelum form dikirim.
Penggunaan atribut id pada input dan for pada <label> memastikan label dapat diklik untuk langsung mengarahkan fokus ke kolom input.
2.4.2. Tag <input> dan <textarea>
Tag <input> dipakai untuk menerima satu baris teks seperti nama atau email. Sementara itu, tag <textarea> lebih sesuai untuk teks panjang atau lebih dari satu baris, seperti pesan atau komentar.
Perlu diperhatikan juga bahwa tag <input> adalah self-closing (tidak memerlukan tag penutup), berbeda dengan <textarea> yang harus ditutup dengan </textarea>.
Berikut contoh penulisan codenya:
<h1>Contact us</h1>
<form>
<div>
<label for="email">Email (Required)</label>
<input
type="email"
id="email"
name="email"
placeholder="Masukan email Anda"
required
/>
</div>
<div>
<label for="massage">Massage (Required)</label>
<textarea
id="massage"
name="massage"
placeholder="Tulis pesan Anda disini..."
required
>/<textarea>
</div>
<p class="required-note">* Required fields must be filled</p>
<button type="submit">Send</button>
</form>
Teks yang ditulis di antara <!-- dan --> merupakan sebuah komentar. Komentar tidak akan muncul pada browser, tetapi sangat berguna untuk menyisipkan catatan atau penjelasan kode di dalam dokumen HTML
Komentar sering digunakan untuk mengingatkan kembali kenapa seorang pengembang menulis bagian kode tersebut dan juga dapat memberikan informasi kepada pengembang lain yang membaca kode yang telah dibuat.
Form HTML menyediakan beragam tipe input untuk kebutuhan yang berbeda. Tipe ini diatur melalui atribut type pada tag <input>.
Beberapa jenis input tersebut, diantaranya:
1. Teks Input
- Biasanya digunakan untuk memasukkan teks pendek seperti nama atau username.
- placeholder menampilkan teks contoh di kolom input.
- Biasanya digunakan di form login, form kontak, dsb.
- Berikut contoh penulisan codenya :
<!-- Text Input -->
<input type="text" name="nama" placeholder="Masukan nama" />
2. Email Input
- Khusus untuk alamat email, dan otomatis akan memvalidasi formatnya (harus ada simbol “@” dan domain).
- Atribut required artinya wajib diisi.
- Browser akan menolak pengiriman kalau format email salah.
- Berikut contoh penulisan codenya :
<!-- Email Input -->
<input type="email" name="email" required />
3. Password Input
- Digunakan untuk menyembunyikan teks yang diketik (misalnya sandi).
- Huruf yang diketik berubah jadi titik atau bintang (•).
- Berikut contoh penulisan codenya :
<!-- Password Input -->
<input type="password" name="password" />
4. Number Input
- Untuk angka saja, dapat diatur batas minimal dan maksimal dengan min dan max.
- Akan muncul tanda panah kecil ↑↓ di sisi kanan untuk menaikkan/menurunkan angka.
- Cocok untuk umur, jumlah, harga, dsb.
- Berikut contoh penulisan codenya :
<!-- Number Input -->
<input type="number" name="umur" min="1" max="100" />
5. Date Input
- Untuk memilih tanggal dari kalender bawaan browser.
- Pengguna tinggal klik ikon kalender untuk memilih tanggal.
- Berikut contoh penulisan codenya :
<!-- Date Input -->
<input type="date" name="tanggal_lahir" />
6. Checkbox
- Untuk memilih lebih dari satu pilihan (multi select).
- Checkbox bisa dicentang atau tidak.
- Biasanya dipakai untuk persetujuan, hobi, preferensi, dll.
- Berikut contoh penulisan codenya :
<!-- Checkbox -->
<input type="checkbox" id="setuju" name="setuju" />
<label for="setuju">Saya setuju dengan syarat dan ketentuan</label>
7. Radio Button
- Untuk memilih satu pilihan dari beberapa opsi (hanya satu yang bisa aktif).
- Semua radio dengan name yang sama dianggap satu kelompok.
- Hanya satu yang bisa dipilih dalam satu grup.
- Berikut contoh penulisan codenya :
<!-- Radio Button -->
<input type="radio" id="laki" name="gender" value="laki" />
<label for="laki">Laki-laki</label>
<input type="radio" id="perempuan" name="gender" value="perempuan" />
<label for="perempuan">Perempuan</label>
8. Select Dropdown
Untuk membuat daftar pilihan berbentuk dropdown
- <select> adalah wadahnya.
- <option> berisi setiap pilihan.
- Pilihan pertama bisa dikosongkan untuk menampilkan placeholder (“Pilih kota…”).
- Berikut contoh penulisan codenya :
<!-- Select Dropdown -->
<select name="kota">
<option value="">Pilih kota...</option>
<option value="jakarta">Jakarta</option>
<option value="bandung">Bandung</option>
<option value="surabaya">Surabaya</option>
</select>
Tips praktik terbaik (dalam pembuatan form)
- Selalu gunakan tag <label> di setiap input untuk meningkatkan keramahan pengguna.
- Tambahkan atribut required, min, max, atau pattern sesuai kebutuhan validasi.
- Gunakan placeholder untuk memudahkan pengguna memahami maksud dari kolom input.
- Untuk form yang panjang, kelompokkan bagian menggunakan <fieldset> dan <legend> agar lebih rapi.
Studi Kasus / Contoh Nyata
Latar Belakang:
Seorang developer bernama Aiman ditugaskan membuat formulir pendaftaran online untuk acara tahunan bernama TechTalk 2025, yaitu sebuah seminar teknologi yang dihadiri oleh profesional IT dan mahasiswa.
- Tujuan formulir ini adalah untuk mengumpulkan data peserta, seperti:
- Nama lengkap
- Asal institusi atau perusahaan
- Jenis tiket (Regular / VIP)
- Persetujuan untuk menerima informasi melalui email
Manajer proyek meminta agar formulir terlihat sederhana tetapi interaktif dan mudah digunakan, serta memiliki validasi dasar agar data yang masuk lebih bersih.
Situasi yang Dihadapi Aiman:
- Aiman membuat formulir menggunakan tag <form>, namun awalnya hanya berisi input teks tanpa label, sehingga pengguna kesulitan memahami kolom isian.
- Tim desain meminta agar setiap kolom diberi label yang jelas, tombol kirim terlihat menonjol, dan form menampilkan pesan jika ada data yang belum diisi.
- Aiman memutuskan menggunakan elemen-elemen berikut:
- <label> untuk memberi keterangan pada setiap input,
- <input> dengan tipe berbeda seperti text, email, radio, dan checkbox,
- <select> untuk pilihan jenis tiket,
- <button> untuk tombol kirim,
- serta atribut seperti required untuk validasi sederhana.
Pertanyaan Studi Kasus:
- Tag HTML apa yang digunakan untuk membungkus seluruh elemen formulir?
- Bagaimana cara agar setiap kolom input memiliki keterangan yang jelas untuk pengguna?
- Tulis contoh kode untuk membuat pilihan jenis tiket dengan opsi “Regular” dan “VIP”.
- Bagaimana cara agar formulir tidak bisa dikirim jika pengguna belum mengisi kolom “Email”?
- Apa fungsi atribut name pada elemen input dalam formulir HTML?
Solusi / Jawaban Studi Kasus
Berikut penulisan form code tersebut secara lengkap:
<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" name="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Formulir Pendaftaran TechTalk 2025</title>
</head>
<body>
<h1>Pendaftaran TechTalk 2025</h1>
<form action="submit" method="post">
<label for="fullname">Nama Lengkap:</label><br>
<input type="text" id="fullname" name="fullname" required><br><br>
<label for="email">Email:</label><br>
<input type="email" id="email" name="email" required><br><br>
<label for="institution">Institusi/Perusahaan:</label><br>
<input type="text" id="institution" name="institution" required><br><br>
<label for="ticket">Jenis Tiket:</label><br>
<select id="ticket" name="ticket">
<option value="regular">Regular</option>
<Option value="vip">VIP</option>
</select><br><br>
<label>
<input type="checkbox" name="subscribe" value="yes">Saya bersedia menerima informasi acara melalui email
</select><br><br>
<button type="submit">Daftar Sekarang</button>
</form>
</body>
</html>
Penjelasan:
- Untuk membungkus seluruh elemen input dapat menggunakan tag <form>:
- action menentukan kemana data dikirim.
- method bisa get atau post tergantung kebutuhan.
- Agar setiap kolom input memiliki keterangan yang jelas untuk pengguna, maka bisa menggunakan <label> agar pengguna tahu fungsi setiap kolom:
- Atribut for harus sesuai dengan id input-nya.
- Agar formulir tidak bisa dikirim jika pengguna belum mengisi kolom “Email”, dapat menggunakan atribut required dan type="email". Dengan demikian browser otomatis akan menolak pengiriman jika format email tidak valid.
- Fungsi atribut name digunakan untuk mengidentifikasi data yang dikirim ke server. Contoh: Jika pengguna mengisi name="fullname", maka data yang dikirim akan berbentuk pasangan: fullname=Aila Aiman.
Kesimpulan Studi Kasus
Berdasarkan studi kasus tersebut dapat kita simpulkan bahwa:
- Membangun formulir interaktif di HTML bukan hanya tentang mengumpulkan data, tetapi juga menciptakan pengalaman pengguna yang baik dan validasi data yang efektif.
- Dengan menggunakan elemen seperti <form>, <label>, <input>, <select>, dan atribut seperti required serta type, developer dapat:
- Menyajikan formulir yang jelas, mudah diisi, dan terstruktur,
- Meminimalkan kesalahan input dari pengguna,
- Serta mempermudah integrasi dengan sistem backend untuk pengolahan data lebih lanjut.
- Formulir yang interaktif dan informatif adalah komponen penting dalam hampir semua aplikasi web modern, baik untuk pendaftaran, login, pemesanan, maupun pengumpulan feedback pengguna.
2.5 Penerapan Semantic HTML
Semantic HTML atau HTML Semantik adalah metode penulisan struktur halaman web menggunakan elemen-elemen HTML yang memiliki makna atau arti yang jelas. Penggunaan tag ini lebih spesifik untuk menjelaskan fungsi suatu bagian dalam halaman, bukan sekadar penggunaan <div> atau <span> yang umum.
2.5.1. Contoh elemen semantik HTML
Beberapa elemen semantik HTML yang dapat digunakan, yaitu:
- <header> untuk bagian kepala halaman (judul, navigasi)
- <main> untuk konten utama
- <section> untuk bagian tertentu di dalam halaman
- <article> untuk tulisan atau konten mandiri
- <aside> untuk informasi sampingan (sidebar)
- <footer> untuk bagian bawah (penutup halaman)
Dengan HTML Semantik, struktur halaman menjadi lebih rapi, mudah dibaca, dan dipahami, baik oleh manusia maupun mesin (search engine). Inti nya semantic HTML menggunakan elemen yang memiliki makna semantik untuk struktur konten.
Berikut contoh penulisan kodenya:
<header>
<h1>Judul Website</h1>
<nav>
<ul>
<li><a href="#home">Home</a></li>
<li><a href="#about">About</a></li>
</ul>
</nav>
</header>
<main>
<section>
<h2>Section 1</h2>
<p>Konten Section 1</p>
</section>
<article>
<h2>Artikel</h2>
<p>Konten Artikel</p>
</article>
</main>
<aside>
<h3>Sidebar</h3>
<p>Konten Sidbar</p>
</aside>
<footer>
<p>© 2024 Website Saya</p>
</footer>
Penjelasan struktur di atas:
- <header>: Bagian kepala halaman (judul, navigasi).
- <nav>: Area khusus untuk link navigasi (menu).
- <main>: Konten utama halaman.
- <section>: Digunakan untuk membagi konten menjadi beberapa bagian tematik.
- <article>: Cocok untuk konten mandiri seperti berita, postingan blog, atau artikel.
- <aside>: Informasi sampingan (misalnya sidebar, tips, iklan).
- <footer>: Bagian bawah halaman (copyright, info kontak).
2.5.2. Mengapa Semantic HTML Penting?
1. Lebih Mudah Dibaca dan Dipahami
Kode yang menggunakan tag semantik jauh lebih rapi dan mudah dimengerti. Pengembang lain maupun browser dapat memahami maksud dari setiap bagian secara jelas.
Berikut contoh penulisan codenya:
<header>...</header>
Berikut contoh penulisan codenya:
<div class="atas">...</div>
2. Meningkatkan SEO (Search Engine Optimization)
Search engine seperti Google lebih mudah memahami isi halaman karena tag semantik memberikan konteks yang jelas. Misalnya: tag <article> membantu mesin pencari mengetahui bahwa bagian tersebut adalah konten utama, <nav> menandakan area navigasi yang bisa diabaikan oleh algoritma pencarian konten. Struktur halaman yang jelas akan menghasilkan peringkat SEO yang lebih baik.
3. Meningkatkan Aksesibilitas (Accessibility)
Pembaca layar (screen reader) untuk pengguna difabel dapat lebih mudah memahami dan menavigasi halaman. Misalnya, screen reader bisa langsung loncat ke <main> atau <nav> tanpa membaca semua isi dari awal.
4. Meningkatkan Kemudahan Pemeliharaan (Maintainability)
Kode yang semantik lebih mudah diperbaiki dan dikembangkan. Pengembang tahu persis fungsi dari setiap bagian tanpa perlu menebak, karena strukturnya sudah terdefinisi dengan jelas. Keuntungannya adalah pengembang lain tidak perlu menerka-nerka fungsi dari div yang sudah dibuat sebelumnya.
Perhatikan contoh kode berikut ini:
<div class="header">
<h1>Website Saya</h1>
</div>
<div class="content">
<h2>Tentang Kami</h2>
<section>
<p>Kami adalah perusahaan teknologi...</p>
</section>
</div>
<div class="footer">
<p>Hak Cipta © 2025</p>
</div>
- Kode diatas bermasalah karena tidak memiliki struktur yang jelas (terlalu banyak tag div) sehingga sulit dibaca oleh screen reader dan tidak SEO friendly.
- Berbeda dengan kode penulisan kode berikut ini:
<header>
<h1>Website Saya</h1>
</header>
<main>
<section>
<h2>Tentang Kami</h2>
<p>Kami adalah perusahaan teknologi...</p>
</section>
</main>
<footer>
<p>Hak Cipta © 2025</p>
</footer>
- Kedua kode diatas tidak ada yang error dan sama-sama dapat dijalankan pada web browser, namun perbedaan kedua kode tersebut terletak pada strukturnya.
- Pada kode yang kedua struktur menjadi lebih jelas, mudah dibaca oleh screen reader dan SEO-friendly. Maka lebih disarankan untuk digunakan dalam pengembangan aplikasi / web.
2.5.6. Tips Menggunakan HTML Semantik
- Selalu gunakan elemen yang sesuai fungsi (misalnya <main> hanya satu kali per halaman).
- Gunakan tag semantik hanya jika elemen tersebut benar-benar memiliki arti tertentu (bukan sekadar penataan gaya).
- Kombinasikan dengan CSS untuk tampilan yang menarik tanpa mengubah makna tag.
- Hindari penggunaan tag <div> atau <span> yang berlebihan untuk tujuan struktur utama jika tersedia tag semantik yang lebih spesifik.
- Gunakan <section> untuk kelompok konten dan <article> untuk konten yang mandiri.
2.5.7. Kesimpulan
HTML Semantik bukan sekadar aspek gaya dalam pengkodean, melainkan merupakan manifestasi dari cara berpikir yang terstruktur dalam pengembangan web. Penggunaan elemen-elemen semantik akan meningkatkan keramahan halaman web bagi pengguna, mesin pencari (search engine), serta pengembang lain. Lebih lanjut, hal ini menghasilkan kode yang lebih mudah dibaca, lebih mudah dikelola, dan menampilkan citra profesional.
Studi Kasus / Contoh Nyata
Latar Belakang:
Seorang web developer bernama Aiman sedang mengerjakan proyek website berita teknologi bernama TechDaily. Awalnya, ia membuat halaman utama menggunakan banyak tag <div> dan <span> untuk menata isi berita, menu, dan footer. Secara visual, tampilan web terlihat rapi. Namun, ketika tim QA melakukan uji aksesibilitas, mereka menemukan beberapa masalah.
- Screen reader kesulitan membaca struktur halaman,
- Mesin pencari tidak dapat mengenali mana bagian utama, navigasi, atau artikel,
- Dan struktur kode HTML sulit dipahami oleh developer lain.
Tim senior kemudian menyarankan agar Aiman menerapkan Semantic HTML, yaitu menggunakan elemen HTML yang memiliki makna sesuai fungsinya, seperti: <header>, <nav>, <main>, <article>, <section>, <aside>, dan <footer>.
Situasi yang Dihadapi Aiman:
- Ia perlu memperbaiki struktur HTML agar setiap bagian memiliki makna semantik.
- Ia juga harus memastikan struktur baru tetap kompatibel dengan CSS yang sudah ada.
Pertanyaan Studi Kasus:
- Apa perbedaan antara penggunaan tag <div> dan tag semantik seperti <section> atau <article>?
- Bagaimana penerapan tag <header> dan <footer> dapat meningkatkan struktur halaman web?
- Mengapa penerapan Semantic HTML penting untuk SEO dan aksesibilitas web?
- Bagaimana cara memastikan bahwa elemen semantik tetap tampil dengan benar secara visual di browser modern?
Solusi / Jawaban Studi Kasus
1. Perbedaan <div> dan Tag Semantik
- <div> tidak memiliki arti khusus, hanya pembungkus (container).
- method bisa get atau post tergantung kebutuhan.
Misalnya, browser dan mesin pencari tahu bahwa <article> berisi konten utama, bukan sekadar pembungkus visual.
2. Fungsi <header> dan <footer>
- <header> digunakan untuk bagian atas halaman atau artikel (biasanya berisi logo, judul, atau menu).
- <footer> digunakan untuk bagian bawah halaman atau artikel (berisi hak cipta, tautan tambahan, atau informasi penulis).
3. Pentingnya Semantic HTML untuk SEO & Aksesibilitas
- Mesin pencari dapat memahami konteks isi halaman dengan lebih baik, sehingga membantu peningkatan peringkat SEO.
- Pembaca layar (screen reader) dapat menavigasi halaman lebih mudah untuk pengguna difabel.
- Developer lain lebih mudah memahami struktur halaman tanpa perlu banyak komentar atau dokumentasi tambahan.
4. Kompatibilitas Visual
- Semantic tags sudah didukung oleh hampir semua browser modern.
- Jika tampilan tidak sesuai, developer dapat menyesuaikan dengan CSS tanpa mengubah makna semantiknya
Berikut penulisan codenya:
header, footer, main, section, article, aside, nav {
display: block;
margin: 10px 0;
}
Kesimpulan Studi Kasus
Berdasarkan studi kasus tersebut dapat kita simpulkan bahwa:
- Penerapan Semantic HTML memberikan manfaat besar tidak hanya bagi tampilan halaman, tetapi juga bagi struktur, aksesibilitas, dan kinerja SEO.
- Dengan menggunakan elemen-elemen seperti <header>, <main>, <article>, dan <footer>, developer dapat:
- Menyusun halaman yang lebih bermakna dan mudah dibaca oleh manusia maupun mesin,
- Meningkatkan pengalaman pengguna (UX), terutama bagi pengguna dengan keterbatasan,
- Dan menciptakan kode yang lebih rapi, terstruktur, dan mudah dikelola dalam proyek jangka panjang.
- Dengan kata lain, Semantic HTML adalah fondasi untuk membangun website yang berkelanjutan, mudah dikembangkan, dan ramah bagi semua pengguna.
2.6 DevTools untuk HTML
DevTools atau yang sering disebut dengan Developer Tools adalah fitur pada browser yang memungkinkan Anda untuk melihat dan memodifikasi struktur HTML, CSS, dan JavaScript secara langsung dari halaman yang sedang dibuka.
2.6.1. Cara Membuka DevTools (Inspect)
1. Klik kanan di mana saja pada halaman yang browser yang sedang terbuka, lalu pilih "Inspect".
2. Panel DevTools akan muncul di sisi kanan atau bawah jendela. Pilih Tab "Elements" untuk menampilkan struktur HTML halaman
3. Di bagian atas panel DevTools, Anda bisa melihat struktur HTML dari halaman yang sedang ditampilkan. Jika terdapat kode yang salah maka akan muncul tulisan uncaught error pada tab console pada bagian kolom paling bawah
4. Pilih elemen di halaman:
- Klik ikon cursor (seperti panah + kotak, lihat contoh gambar) di pojok kiri atas panel DevTools. Setelah diklik, warnanya berubah dari abu-abu jadi biru.
- Sekarang klik elemen mana pun di halaman. HTML elemen itu bakal disorot biru di DevTools.
- Coba arahkan kursor ke teks "Hai Peserta Komdigi" di tengah halaman lalu klik.
5. Jika berhasil, maka pada panel DevTools akan terlihat baris HTML berwarna biru seperti pada tampilan berikut ini:
<h1>Hai Peserta Komdigi</h1>
Tag HTML untuk teks 'Hai Peserta Komdigi' yang baru saja Anda klik telah berhasil diidentifikasi. Apabila konten di dalam tag tersebut belum terlihat, klik ikon segitiga kecil di sebelah kirinya untuk memperluas (expand) tampilannya.
Sekarang coba cek bagian lain juga: Klik lagi ikon cursor di pojok kiri atas panel DevTools, lalu klik pada bagian "Liat sebelah kanan untuk console pada devtools !":
Harusnya muncul HTML seperti ini:
<p>Liat sebelah kanan untuk console pada devtools !</p>
Terlihat jika tombol itu sebenarnya dibuat dengan menggunakan tag <p>.
2.6.2. Mengedit HTML Langsung dari DevTools
1. Untuk mengedit HTML langsung pada devtools, gunakan ikon kursor untuk memilih elemen yang ingin diedit. Klik pada kalimat: "Liat sebelah kanan untuk console pada devtools !".
2. Kemudian pada panel DevTools, klik kanan pada baris HTML yang tersorot, kemudian akan muncul jendela kecil dengan banyak pilihan, lalu pilih "Edit as HTML".
3. Akan muncul form editor kecil. Ganti isi teks di dalam tag <p>:
- Hapus kalimat yang lama,
- lalu ganti dengan kalimat ini: Website kita adalah layanan belajar pemrograman online.
4. Kemudian tekan Ctrl + Enter (Windows) atau Cmd + Enter (Mac) untuk menerapkan perubahan. Teks di halaman akan langsung berubah.
Anda juga dapat mengganti jenis tag-nya dengan cara yang sama:
- Masih di editor yang sama, ubah tag pembuka dan penutup dari <p> dan </p> menjadi <h2> dan </h2>,
- lalu tekan Ctrl/Cmd + Enter lagi. Sekarang teks tersebut jadi <h2> dan tampil sedikit lebih besar.
Silahkan menulis ulang atau menyalin kode program berikut ini jika ingin mencoba mengedit website dalam devtools pada browser masing - masing:
<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" name="width=device-width, initial-scale=1.0">
<tittle>Document</title>
</head>
<body>
<h1>Hai Peserta Komdigi</h1>
<p>Liat sebelah kanan untuk console pada devtools !</p>
<script index="index.js">Home</script>
</body>
</html>
Catatan Penting
Semua perubahan yang dilakukan melalui DevTools bersifat sementara dan hanya terlihat di browser Anda saja. Setelah halaman di-refresh, maka perubahan tersebut akan menghilang dan kembali ke kode asli. Fitur ini sangat berguna untuk eksperimen cepat tanpa harus bolak-balik ke text editor.
Anda telah menyelesaikan modul kedua yang membahas tentang HTML Fundamental dan kini Anda sudah memahami bagaimana struktur dasar sebuah halaman web dibentuk menggunakan HTML. Setiap elemen yang Anda tulis adalah pondasi yang menyusun kerangka tampilan sebuah aplikasi atau website. Namun, sebuah halaman yang hanya berisi struktur tanpa gaya tentu belum menarik dan belum mencerminkan identitas visual yang diinginkan.
Karena itu, pada modul berikutnya yaitu CSS Fundamental, Anda akan belajar bagaimana memberi “kehidupan” pada halaman web melalui warna, tata letak, tipografi, dan desain yang responsif. Inilah saatnya beralih dari sekadar membangun struktur menjadi menciptakan tampilan yang memikat.
Komentar
Posting Komentar